Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Pantun

Buah nangka buah mangga
Ingin makan kupas kulitnya
Apa kabar wahai Adinda
Lama sudah kita tak jumpa

Bulat hijau buah kelapa
Buah  kelapa diangkut kuda
Kabar baik akhirnya berjumpa
Tertumpuk rasa rindu di dada

Manis-manis bakpia Jogja
Ada pilihan berbagai rasa
Rindu disambut senyum bahagia
Melihat Adinda elok rupanya

Jalan-jalan saudagar kaya
Kaya intan emas permata
Benarkah itu wahai Kakanda
Semoga jangan dusta semata

Jalan-jalan ke Belanda
Perginya bersama keluarga
Percayalah wahai Adinda
Tiada dusta di antara kita

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sambutan Pembukaan Seminar

 “ Peran Media Terhadap Perkembangan Sastra di Kalimantan Selatan “



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang saya hormati :

Gubernur Kalimantan Selatan;

Ketua PWI Kalimantan Selatan;

Para Sastrawan Kalimantan Selatan;

Para perwakilan media massa di Kalimantan Selatan;

Para Pembicara dan Moderator;

Para peserta seminar yang saya banggakan.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

     Mengawali kegiatan ini, terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT,
karena atas limpahan berkah dan rahmat-Nya kita dapat berkumpul di aula gedung PWI Kalimantan Selatan,
 untuk menghadiri acara pembukaan seminar dengan tema “ Peran Media Terhadap Perkembangan Satra di
Kalimantan Selatan “ dalam keadaan sehat wal afiat.

     Pada hari ini Kamis, 30 September 2012, saya selaku ketua pelaksana mengucapkan
terimakasih kepada para undangan, pembicara, sponsor, panitia dan peserta seminar atas
 kehadirannya dalam seminar ini.

     Seminar ini dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan atas berkurangnya partisipasi
media massa dalam perkembangan sastra di Kalimantan-Selatan. Padahal, media sangat berperan
penting terhadap perkembangan sastra. Salah satu faktor penting penunjang keberhasilan media
dalam memajukan sastra adalah keberadaan sastrawan di media tersebut, sebagai redaktur. Laju
pertumbuhan media elektronik di Kalimantan Selatan luar biasa pesat, sayang peranannya dalam
perkembangan sastra tidak signifikan.

     Tujuan diadakan seminar ini untuk memberikan informasi mengenai sastra dan media massa,
menumbuhkan kembali kesadaran mengenai pentingnya peran media massa dalam perkembangan sastra
dan mencari solusi agar perkembangan sastra dalam media massa bisa berjalan dengan baik.

     Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk berdialog dan berdiskusi,
sehingga diharapkan terwujudnya komunikasi yang harmonis diantara media dan sastrawan Kalimantan Selatan
guna menciptakan keselarasan perkembangan sastra modern dan daerah dalam media massa khususnya di Kalimantan Selatan.

Hadirin sekalian,

     Demikian kata sambutan saya, dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim seminar dengan tema “
Peran Media Terhadap Perkembangan Sastra di Kalimantan Selatan secara resmi saya nyatakan dapat
dibuka dan dimulai. Sekian, terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.



Banjarmasin, 20 September 2012
Ketua Pelaksana

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Contoh Karangan Deskripsi


Pak Mahmud
Matahari belum bersinar sempurna, tangkai padi masih basah terkena embun. Jalan tidak beraspal dilaluinya dengan sabar. Ketika sampai di sekolah keringat membasahi tubuh rentanya namun meskipun lelah beliau selalu ikhlas menjalankan tugasnya. Pak Mahmud namanya, guru yang mengajar pelajaran Matematika di SMPN 1 Prambanan.
 Rambutnya sudah memutih karena dipenuhi uban dan sering disisir rapi ke bagian samping, jika dilihat dari kejauhan rambutnya terlihat mengkilat, begitu juga kumisnya yang lebat kini sudah berwarna putih, kulitnya kuning langsat, garis keriput terlihat jelas di wajahnya. Pak Mahmud pagi itu berpakaian rapi, meskipun bukan pakaian mewah hanya kemeja berwarna hitam garis coklat, celana panjang dari bahan kain yang berwana hitam, memakai sepatu hitam dilengkapi kaos kaki berwarna coklat. Setiap hari beliau selalu menggunakan peci berwarna hitam, terkadang beliau juga mengenakan baju batik dengan berbagai motif dan warna. Beliau menggunakan ikat pinggang yang terbuat dari kulit berwarna coklat.
Pak Mahmud mempunyai postur tinggi badan kurang lebih 160 cm, beliau tidak gemuk namun tidak juga kurus. Matanya sipit, alisnya lebat sedikit melengkung ke atas, hidungnya juga tidak terlalu mancung, dahinya agak lebar, bibirnya tipis, beliau memiliki tahi lalat di bagian dagu bawah dan di bagian pipi kiri. Pak Mahmud menggunakan kacamata yang bingkainya berwarna hitam karena beliau sudah tidak bisa lagi melihat dengan jelas. Susunan gigi beliau sangat rapi, sehingga senyumnya sangat menawan.
Pak Mahmud sering mengenakan jam tangan bertali rantai yang berrwarna putih. Beliau juga selalu membawa tas tangan berwarna hitam. Pak Mahmud adalah guru yang selalu ramah,  tegas, rajin dan tidak pemarah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Karangan Deskripsi


Penulis karangan deskripsi berusaha menggambarkan atau melukiskan sesuatu secara sehidup-hidupnya, seperti keadaan alam, ruangan, dan keindahan wajah seseorang. Unsur penting yang harus diperhatikan apabila ingin melukiskan sesuatu ialah tajamnya pengamatan.
Secara garis besar, deskripsi (lukisan) mempunyai dua corak, yaitu lukisan yang bercorak sastra dan lukisan yang bukan sastra. Deskripsi yang bercorak sastra banyak terdapat dalam roman atau novel dan cerpen. Keperluan pendeskripsian, pembaca tersentuh emosinya. Deskripsi yang bercorak bukan sastra merupakan pelukisan secara wajar terhadap suatu obyek tanpa pemakaian ungkapan yang lebih melibatkan emosi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS